.

Senin, 07 Maret 2016

Bengkulu, Awas...Mafia Proyek Catut RM !

BENGKULU, SRB – Fenomena jelek yang seakan membudaya pasca pemilihan gubernur – wakil gubernur, kini mulai terjadi di Bengkulu. Sejumlah oknum mencatut nama gubernur Ridwan Mukti (RM) mulai bergriliya meminta “fee proyek” yang akan dilaksanakan di masing-masing SKPD tahun anggaran 2016 ini.
   Modusnya bermacam-macam, ada yang mendatangi sejumlah kontraktor dan menjanjikan bila keinginannya dituruti maka kontraktor bersangkutan akan mendapatkan proyek. Begitupun sebaliknya, jika keinginan oknum tidak dituruti maka dengan berbagai cara kontraktor tersebut akan dijegal dan tidak akan mendapat proyek.
     Modus lainnya, oknum itu mendatangi pejabat di dinas-dinas/SKPD atau melakukan pertemuan khusus dengan kepala dinas dan utusan-utusan pejabat. Para oknum itu kemudian menjanjikan jabatan tertentu atau menjamin selama kepemimpinan RM jabatannya akan aman dari mutasi atau pemberhentian. Konsekuensinya, tentu saja pejabat bersangkutan harus memberikan fee kepada oknum bersangkutan.
     Ironisnya, justru tidak sedikit oknum pejabat yang “termakan” bujuk rayu dari oknum-oknum pencatut nama RM itu. Bahkan dengan sedikit berspekulasi, oknum pejabat tidak ragu menyetorkan sejumlah uang kepada oknum itu, dengan harapan posisi jabatannya akan langgeng.
     “Memang sulit dibuktikan secara kasat mata, tapi fenomena itu benar-benar ada dan sudah berlangsung sejak Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Bengkulu,” ujar narasumber yang dapat dipercaya namun minta dirahasiakan identitasnya, kepada Suara Rakyat, minggu lalu.
Narasumber yakin aksi oknum “meminta fee proyek” hanyalah untuk kepentingan pribadi tanpa sepengetahuan atau persetujuan RM.
     “Saya memastikan, mereka itu hanya mencatut nama RM untuk kepentingan pribadi. Sebab, saya tahu persis RM tidak akan menyuruh keluarga, orang dekat atau tim suksesnya untuk meminta-minta fee proyek dan sejenisnya kepada siapa pun,” ungkapnya.
     Kepada para kepala dinas atau pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, sebaiknya tidak menanggapi apalagi lagi sampai tegiur bujuk rayu dan mengikuti keinginan para oknum yang mencatut nama RM.
     “Pejabat percaya diri saja, kalau dia memiliki kompetensi, jujur dan bisa mengikuti irama kepemimpinan RM yang ingin mewujudkan birokrasi bersih, maka tidak usah ragu, pasti akan dipertimbangkan dan dipertahankan oleh RM untuk mengemban jabatannya.
     Ikuti saja mekanisme sebenarnya, tidak usah kasak kusuk mencari jalan pintas dengan menyogok atau memberikan fee proyek kepada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tukas sumber Suara Rakyat.
Menanggapi fenomena itu, Argani Mukti selaku kakak kandung gubernur Ridwan Mukti menegaskan, kalau dari pihak keluarganya tidak mungkin melakukan hal-hal senonoh yang dapat merusak citra gubernur.
     Namun ia tidak menampik adanya fenomena itu. Sebab, bisa saja ada oknum yang mengaku paling berjasa dalam pilgub, kemudian berharap imbalan sesaat, mencari keuntungan pribadi dengan cara mencatut nama RM. Dan bisa juga ada oknum mengklaim sebagai keluarga dekat atau orang kepercayaan gubernur meskipun andilnya tidak seberapa pada pilkada lalu.
     Kepada oknum-oknum itu Argani Mukti mengimbau untuk segera menghentikan aksinya, sebab seiring waktu akan terungkap dengan sendirinya. Kepada para kepala dinas dan pejabat, juga diminta untuk tidak terpengaruh dengan oknum-oknum pencatut nama RM itu.
     “Yakinlah, RM tidak seperti itu. Dia ingin menciptakan birokrasi bersih, tidak ada sogok-menyogok atau jual beli paket proyek, jual beli jabatan dan lain sebagainya. Maka, janganlah percaya terhadap oknum mengatasnamakan RM lalau meminta jatah proyek atau imbalan tertentu dari suatu jabatan,” ujarnya kepada Suara Rakyat, minggu lalu.
     Terpisah, menanggapi fenomena jelek adanya oknum mencatut nama RM untuk meminta fee proyek, Pakar Sosiologi Hukum yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, Prof. Herawan S, mengaku sangat prihatin bila hal itu benar-benar terjadi.
     Sebab hal itu bisa merusak citra dan menjadi pereseden buruk bagi RM, serta bertentangan dengan penandatanganan pakta integritas ribuan pejabat yang dilakukan beberapa hari lalu. “Kalaupun fenomena jelek itu ada, hanya semata-mata ulah oknum tak bertanggungjawab. Tidak mungkin hal itu atas sepengetahuan apalagi persetujuan dari RM. Sebab, saya melihat RM tidak seperti itu. Dia sangat konsen dan memiliki komitmen tinggi mewujudkan birokrasi bersih,” ujarnya, kepada Suara Rakat minggu lalu.
     Ditambahkan Prof. Herawan, gubernur RM merupakan sosok pemimpin yang tegas, berani dan tidak mudah ditekan. RM sangat menyadari harapan dan ekspektasi masyarakat terhadapnya sangat tinggi. “Saya yakin, tidak ada jual beli jabatan, tidak ada sogok menyogok dalam proyek dan lain sebagainya selama kepemimpin RM, karena hal itu bisa merusak citra positifnya,” papar Prof. Herawan.
    Namun demikian kata Prof. Herawan, informasi adanya oknum meminta-minta fee proyek dengan mencatut nama RM, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus segera diantisipasi oleh pihak-pihak terkait.
Gubernur dan wakil gubernur beserta keluarga besar serta orang-orang kepercayaannya harus bisa meyakinkan publik bahwa informasi jelek itu tidak benar dan tidak ada kaitan dengan jabatan gubernur.
     “Begitupun para kepala dinas atau pejabat selingkung Provinsi Bengkulu, bila menemukan ada oknum yang mencatut nama RM, segera melapor dan tidak serta merta menuruti keinginan para oknum tersebut,” ujarnya.[red1]

0 komentar:

Posting Komentar