Suara Rakyat - Penyelamatan Penyu dari kepunahan akibat perburuan bebas terus digalakkan. Hari ini, ratusan ekor tukik jenis Penyu Lekang dilepas liarkan ke habitatnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang. Pelepasan tukik melibatkan anak-anak usia dini salah satu TK yang ada di Kota Bengkulu, sebagai bahan pengenalan awal kepada generasi penerus untuk melestarikan penyu dari ancaman kepunahan.
Pelepasan tukik jenis penyu lekang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu kali ini dilakukan tepat pukul 15.00 Wib, Sabtu (27/02). Kepala BKSDA Bengkulu, Anggoro Dwi Sujiarto, bersama Sekretaris Ditjen KSDA Bidang Ekosistem, Dr. Ir. Novitanto Bambang, M.Sc.
Terdapat 7 jenis penyu yang dilindungi antara lain, penyu sisik, hijau dan penyu belimbing. Untuk yang dilepaskan hari ini sebanyak 160 ekor tukik. Sementara hingga Bulan Februari 2016 ini, sudah mendekati 2000 ekor tukik yang dilepas oleh BKSDA Bengkulu di TWA Pantai Panjang, tukik yang dilepas merupakan hasil penangkaran petugas Balai dari Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Kaur.
Usai melepaskan tukik bersama anak-anak usia dini, Sekditjen KSDAE, mengatakan ancaman kepunahan terjadi karena masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari penyu sebagai mata pencarian, untuk itu perlu kerjasama seluruh pihak baik itu amsyarakat hingga aparatur pemerintah daerah untuk mengatasi peroalan itu.
“Tantangan dan ancaman, terbesarnya adalah karena sebagian besar masyarakat masih banyak yang mengandalkan sebagai mata pencarian,” ujarnya.
Nilai jual yang cukup tinggi, dari telur, daging hingga menjadi souvenir, membuat penyu banyak diburu. Berdasarkan Undang Undang No 25 tahun 1990 tentang konservasi, pemanfaatan penyu langka untuk kepentingan apapun dikenakan sanksi penjara 5 tahun dan denda 200 juta. ” Ancaman hukuman ini yang tengah kami tingkatkan lagi,” katanya.
Secara nasional pihak KSDAE tidak dapat menghitung populasi penyu yang ada, karena sifatnya bermigrasi antar pulau hingga ke Australia. “Yang dapat dihitung itu saat ketemu sarangnya, dihitung telur yang ada lalu dientaskan untuk kemudian dilepas kembali ke habitatnya,” ungkapnya.

0 komentar:
Posting Komentar